Inilah Bedanya Bisnis MLM dengan Money Game

Inilah Bedanya Bisnis MLM dengan Money Game

Meetyourneighbours – Penurunan kondisi ekonomi baru-baru ini telah dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mendapatkan keuntungan. Tidak diragukan lagi, ada banyak penawaran uang dengan skema piramida tahun lalu. Permainan uang yang menggunakan skema piramida mirip dengan pemasaran berjenjang (MLM atau direct selling), tetapi permainan uang bukanlah bisnis yang menjual produk dan layanan sejelas MLM. Disini seorang member diminta untuk menginvestasikan uangnya di perusahaan atau istilahnya investasi dengan keuntungan besar.

Iming-iming penggandaan dan perlambatan ekonomi telah menarik banyak orang untuk bergabung dalam bisnis panas. Namun permasalahan muncul karena model bisnis ini menjanjikan pembayaran atau bonus jika peserta berhasil mengajak orang lain menjadi peserta baru dalam bisnis tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Penjual Langsung Indonesia Djoko Hartanto Komara mengakui bisnis MLM atau direct selling mirip dengan money game dengan skema piramida, namun jika ditelisik terdapat perbedaan yang sangat signifikan. “Skema piramida adalah bonus / pendapatan yang didapat oleh orang baru yang mendaftar, tapi jika bonus MLM dijual dari produk, MLM harus menjual. Dan money game ini bisnis musiman, akan berkembang saat ekonomi lemah seperti akhir-akhir ini,” dia berkata. di Jakarta

Karena bonus atau uang berasal dari anggota baru yang mendaftarkan Djoko, skema piramida berisi bom waktu yang suatu saat akan runtuh dan meledak. “Kami melihat bahwa satu orang dalam money game dapat berpartisipasi sebanyak 2.600 kali untuk menjadi money game. Pendekatannya adalah berjudi. Kalaupun dia beruntung, dari uang itulah orang tersebut rugi (rugi). Oleh karena itu kami sosialisasikan dengan itu. masyarakat, tolong jangan ikut karena merampok uang orang lain, ‘jelasnya.

Selain itu, perbedaan besar lainnya adalah bonus cash game akan terhenti jika proses rekrutmen dihentikan karena bonus tersebut berasal dari hasil calon member yang ingin mendaftar. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa MLM sangat berbeda dengan money game. Selain itu, dengan skema piramida, bisnis uang melanggar Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan pada pasal delapan dan sembilan.

APLI berhasil mengajukan larangan perjudian / skema piramida dalam undang-undang. Hal itu bertujuan untuk memberikan sanksi hukum yang tegas terhadap penjudi, katanya. Ke depan, kata dia, APLI bersama pemerintah, kepolisian, OJK, dan pemangku kepentingan lainnya akan terus melakukan sosialisasi tentang bahaya perjudian agar masyarakat tidak terjebak dalam bisnis tersebut.

“Tugas APLI adalah melindungi industri ini dan menyebarkan bahaya perjudian. Kita berbeda dengan perjudian. Sangat disayangkan jika industri penjualan langsung tercemar oleh individu yang mengambil uang untuk sementara (tabrak lari). Kami siap memberikan garis besar perusahaan mana yang bermain uang atau tidak, ”pungkasnya.

Menurut APLI, berikut perbedaan mendasar antara bisnis MLM / penjualan langsung dan bisnis money game dengan skema piramida yaitu

  • Setiap bisnis MLM harus memiliki izin penjualan langsung (SIUPL) dan izin edar produk dari BPOM, Depkes, dll .;
  • Setiap bisnis MLM pasti memiliki produk untuk diperdagangkan;
  • Skema bisnis harus fokus pada penjualan produk, bukan pada peringkat;
  • Pembayaran komisi dibayarkan atas dasar penjualan produk dan bukan jumlah rekrutmen;
  • Anggota masih bisa mendapatkan penghasilan dari penjualan produk, bahkan tanpa merekrut;
  • Setiap perusahaan MLM memiliki sistem pengembalian produk yang rasional;
  • Setiap produk yang diperdagangkan oleh bisnis MLM memiliki nilai pasar yang wajar;
  • Setiap produk yang diperdagangkan oleh perusahaan MLM harus memiliki nilai lebih sehingga menarik untuk dibeli.

Pelajari karakteristik skema piramida sebagai berikut untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut merupakan perusahaan penjualan langsung atau perjudian:

  • Tidak memiliki kantor dengan alamat yang benar, tetap dan jelas;
  • Biaya pendaftaran menghasilkan komisi atau bonus;
  • Memberikan bonus atas pembayaran uang muka pembelian produk yang tidak jelas antara pengiriman dan penerimaan barang;
  • Mengizinkan anggota untuk mendaftarkan lebih dari satu keanggotaan atau hak bisnis di perusahaan yang sama;
  • Produk yang dijual tidak memiliki sumber / asal manfaat / fungsi yang jelas dengan harga yang wajar, yang didukung dengan jaminan pembelian kembali;
  • Rencana pemasaran menghasilkan bonus / komisi dan penghargaan lain berdasarkan rekrutmen;
  • Tidak menawarkan kesempatan yang sama dengan menerapkan peluang yang berbeda berdasarkan besarnya biaya pendaftaran;
  • Jika rekrutmen segera dihentikan, marketing plan tidak akan menghasilkan bonus / komisi;
  • Tidak memiliki barang yang dipasarkan.

Jika Anda ingin terjun ke dalam bisnis MLM bisa join di Forever Healthy Indonesia