Pengertian Pendidikan Orang Dewasa

meetyourneighbours 0
Pengertian Pendidikan Orang Dewasa

Meetyourneighbours – Istilah yang menjadi inti dari penelitian ini adalah “pendidikan” dan “orang dewasa”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “pendidikan” diartikan sebagai “proses mengubah sikap dan perilaku seseorang atau sekelompok orang dalam upaya mendewasakan manusia melalui pengajaran dan pelatihan”. Oleh karena itu, istilah “dewasa” diartikan sebagai “manusia yang bukan lagi anak-anak atau remaja”, yaitu manusia yang berada pada tahap pasca remaja. Dalam konteks penelitian ini, pendidikan orang dewasa merupakan suatu proses dimana terjadi interaksi pembelajaran antara pendidik dan peserta didik dewasa, baik dalam bidang pendidikan formal maupun nonformal.

Menurut Mustofa Kamil, pengertian pendidikan orang dewasa mengacu pada kondisi peserta didik dewasa ditinjau dari dimensi fisik (biologis), psikologis dan sosial. Seseorang dikatakan dewasa secara biologis ketika mereka dapat bereproduksi. Dalam pengertian kematangan psikologis, artinya seseorang memiliki tanggung jawab atas hidup dan keputusan yang diambil. Begitu matang secara sosiologis, artinya seseorang telah mampu memainkan peran sosial yang biasa diterapkan di masyarakat. Oleh karena itu, istilah orang dewasa dilandasi oleh keutuhan kondisi fisik, serta usia dan psikologi, serta mampu memainkan peran yang sesuai dengan persyaratan tugas negara yang dimilikinya. Dengan memasuki masa remaja diyakini bahwa seseorang telah mampu membedakan antara yang baik dan yang jahat serta memiliki pandangan atau pemikiran yang lebih luas dibandingkan pada masa kanak-kanak. Periode ini ditandai dengan mulai terjadinya mimpi basah bagi pria dan datangnya haid bagi wanita. Adapun rincian umur pria dan wanita saat pertama kali mengalami tanda-tanda ini relatif, ada yang cepat, ada yang lambat, dan umumnya terjadi antara usia 12-16 tahun. Dalam pendapat lain, Elias dan Sharan B. Merriam (1990) mengemukakan bahwa kedewasaan dalam diri seseorang meliputi usia, kematangan psikologis, dan peran sosial. Orang dewasa yang dimaksud menurut umur berarti setiap orang yang berumur 21 tahun (walaupun belum menikah). Menurut sudut pandang ini juga diungkapkan oleh Hurlock (1968), dewasa (dewasa) atau dewasa (keadaan kedewasaan) menunjuk pada usia 21 untuk dewasa awal dan sering dihitung dari 7 sampai 8 tahun setelah seseorang mencapai kematangan seksual, atau dari masa pubertas. Orang dewasa dilihat dari sudut pandang dimensi biologis juga dapat dilihat dari sudut pandang fisik, dimana manusia dewasa mempunyai ciri-ciri yang unik seperti mampu memilih pasangan hidup, siap memiliki rumah, dan bereproduksi (fungsi reproduktif). .

Orang dewasa berdasarkan dimensi psikologis dapat dilihat dan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu: dewasa awal berusia 16 hingga 20 tahun, rata-rata dewasa berusia 20 hingga 40 tahun, dan dewasa akhir berusia 40 hingga 60 tahun. Hutchim (1970) dan Rogers (1973) di Saraka, 19 melihat batas usia 25 sampai 40 tahun sebagai usia emas. Dalam dimensi ini, kedewasaan lebih memanifestasikan dirinya dalam kedewasaan individu.

Anderson dalam Psychology of Development and Personal Adjustment (1951), menyimpulkan tujuh ciri kematangan individu, yaitu: (1) Kematangan individu dapat dilihat dari minatnya yang selalu berorientasi pada tugas yang mereka lakukan atau lakukan, dan mereka tidak memimpin untuk perasaan seseorang atau untuk keuntungan pribadi (bukan untuk diri sendiri atau ego); (2) Tujuan yang dikembangkan dalam konsep diri mereka jelas dan selalu memiliki kebiasaan kerja yang efisien; (3) Mampu mengendalikan perasaan pribadi dalam arti mampu selalu memperhatikan kepribadian sendiri ketika berada di perusahaan orang lain; (4) Memiliki pandangan objektif dalam setiap keputusan yang Anda buat; (5) Siap menerima kritik atau saran untuk perbaikan diri; (6) Bertanggung jawab atas semua upaya yang dilakukan; (7) Faktanya, kami selalu dapat beradaptasi dengan situasi baru.

Pendidikan orang dewasa adalah proses pembelajaran yang sistematis dan berkelanjutan untuk orang dewasa dengan tujuan mencapai perubahan dalam pengetahuan, sikap, nilai dan keterampilan. Kondisi yang dapat muncul dari definisi ini adalah: (1) orang dewasa termotivasi untuk belajar sesuai dengan kebutuhan dan minatnya; (2) Orientasi belajar orang dewasa berfokus pada kehidupan; (3) pengalaman sebagai sumber kekayaan untuk pembelajaran orang dewasa; (4) Orang dewasa berharap untuk memahami kebutuhan mereka sendiri; (5) Perbedaan individu antar individu berkembang seiring bertambahnya usia.

Dalam pelaksanaannya, pendidikan orang dewasa dilaksanakan dalam bentuk pendidikan formal dan nonformal. Bentuk pendidikan orang dewasa dalam bentuk formal berlangsung pada jenjang pendidikan dari Sekolah Menengah Atas / Sekolah Menengah Atas (SLTA) hingga Perguruan Tinggi (PT). Oleh karena itu, dalam bentuk nonformalnya berupa pendidikan ekstrakurikuler masyarakat (PLSM), kursus, penyuluhan dan bimbingan kesehatan, kegiatan ibadah atau majelis taklim, organisasi pembinaan, program bina lingkungan dan sejenisnya. Bentuk pendidikan orang dewasa ini membuka kesempatan belajar bagi seluruh masyarakat dewasa, baik penyandang disabilitas maupun non-disabilitas, dan program dijalankan secara berkelanjutan.

Referensi: https://academia.co.id/